konsep perancangan jaringan komputer


Konsep dasar perancangan jaringan komputer meliputi :
——————————————————————————————————————————————-
A.Life Cycle Jaringan Life cycle jaringan adalah pertimbangan perencanaan yang penting. Salah satu aspek yang berarti adalah perubahan teknologi yang pasti terlibat selama kehidupan jaringan. Tiap jaringan adalah perwakilan teknologi pada waktu suatu jaringan dirancang dan diimplementasikan.Selama life cycle-nya jaringan melewati fase-fase sebagai berikut :

  1. Studi Kelayakan

Studi kelayakan mencakup subfase definisi masalah dan penyelidikan. Definisi adalah langkah pertama dalam studi kelayakan. Subfase penyelidikan mencakup pengumpulan data input untuk mengembangkan definisi yang tepat mengenai kondisi komunikasi data pada saat itu dan untuk menyelesaikan masalah. Pada bagian akhir studi kelayakan kita harus membuat laporan. Laporan tersebut harus berisi hal-hal sebagai berikut :

  • Penemuan dari studi kelayakan
  • Pemecahan alternatif sebagai bahan tambahan dari pemecahan terbaik yang mungkin dilakukan
  • Alasan melanjutkan ke fase proses berikutnya
  • Jika pemecahan yang dapat dilakukan tidak diketemukan, harus ada rekomendai untuk studi lain dan metodologi lain yang digunakan untuk mendapatkan pemecahan yang layak.

2. Analisis
Fase analisis menggunakan data yang terkumpul pada langkah 1, untuk mengidentifikasikan persyaratan yang harus dipenuhi jaringan bila ia menginginkan berhasilnya implementasi. Hasil akhirnya adalah sekumpulan kebutuhan/persyaratan untuk produk akhir. Produk akhir dari fase ini adalah dokumen yang lain, kadang-kadang disebut laporan spesifikasi fungsional, yang menentukan fungsi yang harus dijalankan oleh jaringan setelah ia diimplementasikan.

3. Disain
Fase disain dari life cycle adalah fase terlama. Hasil dari langkah ini tergantung pada yang dikehendaki pengelola. Selama fase disain, semua komponen yang akan melengkapi jaringan dikembangkan.

4. Implementasi
Selama fase implementasi, komponen individu dari jaringan dibeli dan diinstal. Fase ini dapat dibagi menjadi :

  • Perolehan software
  • Perolehan hardware
  • Instalasi
  • Pengujian
  • Dokumentasi
  • Switch – over

Jadi fase implementasi terdiri atas penginstalan hardware dan software yang membentuk sistem jaringan.

5. Pemeliharaan dan Pembaharuan (Upgrade)
Selama fase upgrade dan pemeliharaan, jaringan dijaga operasionalnya dan distel dengan baik (fine-tuned) oleh personel operasi. Selanjutnya pembaharuan hardware dan software dijalankan untuk menjaga operasional jaringan berjalan dengan efisien dan efektif. Hasil dari fase ini adalah membuat perubahan dan usulan upgrade, memperbaharui dokumentasi yang ada untuk merefleksikan perubahan dalam jaringan dan melaporkan serta membuat statistik dari fungsi kontrol dan monitoring jaringan.

B. Keamanan Jaringan
Tanggung jawab yang penting dari manajer jaringan adalah kontrol pemeliharaan atas keamanan jaringan dan data yang disimpan dan ditransmisikan oleh jaringan tersebut. Tujuan utama dari keamanan ini adalah untuk mencegah kriminal komputer dan hilangnya data.

Keamanan Fisik
Penekanan utama dari keamanan fisik adalah untuk mencegah akses yang tak berhak ke ruang komunikasi, pusat kontrol jaringan atau peralatan komunikasi.
Enkripsi

Dengan banyaknya jaringan yang menggunakan relay satelit dan mikrowave untuk transmisi data, maka setiap orang dengan antena dapat mendapatkan transmisi dan mempunyai akses ke data yang ditransmisikan. Salah satu metode untuk mengamankan informasi yang ditransmisikan melalui gelombang udara dan bahkan untuk data yang ditransmisikan melalui kawat, disebut enkripsi atau
ciphering.

Identifikasi Pemakai dan Password
User identification (ID) atau identifikasi pemakai dan password adalah sistem pengamanan yang paling terkenal dalam jaringan, walaupun ia mudah rusak. ID pemakai biasanya diberikan oleh manajer jaringan pada waktu profil pemakai dimasukkan ke dalam jaringan. Password biasanya tergantung pada kebijaksanaan pemakai.

Kontrol Lokasi dan Waktu
Waktu dan lokasi akses pemakai ke jaringan dapat dikontrol oleh mekanisme software dan hardware. Kontrol waktu dijalankan pada individu dengan adanya profil pemakai dalam jaringan yang menentukan interval hari dan waktu selama pemakai dapat mengakses sistem. Kontrol lokasi dijalankan dengan adanya profil terminal.

Terminal Pengubah dan Akses Penyambungan
Bagian pengamanan dalam jaringan yang paling mudah ditembus adalah terminal pengubah yang memungkinkan akses dial-in. Untuk meningkatkan keamanan terminal pengubah dengan akses dial-in, ia harus hanya dioperasikan selama waktu ketika transaksi dimungkinkan, bukan dioperasikan selama 24 jam per hari.

Audit Log
Log transaksi adalah aspek yang penting dalam keamanan jaringan. Setiap usaha login harus dicatat, termasuk tanggal dan waktu usaha tersebut, ID pemakai dan password yang digunakan.

Virus
Virus komputer adalah program komputer yang dapat dijalankan, yang memperbanyak atau menyebarkan dirinya sendiri dengan menggunakan program lain sebagai carrier.

C. Disaster Recovery Plan
Meningkatnya penggunaan sistem komputer dan jaringan komunikasi data telah meluaskan kebutuhan untuk melakukan rencana disaster yang nyata. Manajer jaringan harus terlibat dalam perencanaan seperti itu dan harus mempunyai pengetahuan mengenai masalah ini, yaitu :
1. Kebutuhan akan perencanaan disaster
2. Pendekatan backup komputer
3. Pendekatan backup jaringan
4. Sifat-sifat dari strategi backup disaster
5. Proses perencanaan organisasi
6. dampak dari disaster jaringan data pada organisasi.

Sifat – sifat Disaster Recovery Plan Disaster plan harus memenuhi kriteria tertentu, yaitu :
1. Reliabilitas
2. Kemampuan operasi
3. Waktu respon untuk mengaktifkan plan
4. Efektifitas biaya.

D. Manajemen Jaringan
Agar jaringan selalu efektif dan efisien dalam periode waktu yang panjang, rencana manajeman jaringan yang baik harus dilakukan. Rencana manajemen jaringan harus mempunyai dua tujuan, yaitu :
1. Rencana harus mencegah masalah yang mungkin timbul.
2. Rencana harus menyiapkan untuk menangani masalah yang kemungkinan besar terjadi.

Rencana yang komprehensif harus memasukkan hal-hal berikut :
Mengelola Ruang Hard Disk
Hard disk server adalah salah satu komoditi utama jaringan. Hard disk ini digunakan untuk penyimpanan data serta berbagai tugas yang berhubungan dengan kelancaran suatu jaringan. Ruang hard disk harus selalu tersedia setiap waktu untuk pemakai jaringan.

Memonitor Penampilan Server
Penampilan server LAN akan menentukan kecepatan server mengirim data ke pemakai. Salah satu faktor yang menentukan kecepatan server mengirim data adalah jumlah pemakai yang ada dalam sistem. Adapun maksud dari memonitor penampilan server disini adalah untuk memastikan bahwa penampilan server harus maksimal.

Memelihara Informasi Workstation dan Pemakai
Pemakai jaringan mempunyai nomor identifikasi jaringan yang dapat digunakan untuk memonitor keamanan dan perkembangan jaringan.

Memonitor dan Me-reset Peralatan Jaringan
Jaringan tidak hanya terdiri atas server dan workstation, namun juga peralatan yang lainnya seperti printer. Peralatan harus dimonitor secara berkala dan jadwal pemeliharaan dan reset harus dibuat agar peralatan jaringan bekerja dengan semestinya ketika pemakai membutuhkannya.

Memelihara Software
Aplikasi software perlu dipelihara dengan teratur. Bila ada pembaharuan software, ia harus ditempatkan dalam jaringan.

Membuat Backup yang Teratur
Backup dari informasi dan data pemakai harus dibuat secara berkala. Backup informasi server biasanya ditempatkan pada tape.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s