meneropong Ubuntu 11.04 Natty Narwhal


 

Kira-kira tinggal sebulan lagi, Ubuntu akan merilis versi terbarunya: Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Menurut jadwal, Ubuntu 11.04 Natty Narwhal akan dirilis secara resmi tanggal 28 April 2011. Tanggal 31 Maret nanti Ubuntu akan merilis versi Beta 1 dari Ubuntu 11.04 Natty Narwhal.

Tanggal 3 Maret lalu Ubuntu telah meluncurkan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal Alpha 3. Versi Alpha dari Ubuntu belumlah merupakan versi resmi. Versi Alpha digunakan khusus untuk para pengembang Ubuntu untuk menguji bakal calon Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Pada versi Alpha, diharapkan para pengembang Ubuntu di seluruh dunia dapat menemukan bug-bug atau kekurangan-kekurangan Ubuntu sehingga pada saat diluncurkan secara resmi nanti seluruh sistem operasi Ubuntu 11.04 telah siap.

Bagi para pecinta Ubuntu, versi Alpha dapat menjadi acuan bagaimana kelak rupa Ubuntu versi resmi. Karena itu, meskipun bukanlah versi resmi dan tentu saja masih banyak bug-nya, peluncuran versi Alpha tetap saja dinanti oleh para Ubuntuers di seluruh dunia.

Apa yang baru di Ubuntu 11.04 Natty Narwhal?

Bagi para pengguna Ubuntu, begitu login akan langsung terlihat perbedaan menyolok pada tampilan desktop Ubuntu 11.04. Desktop Ubuntu 11.04 akan berubah total. Dari Gnome ke Unity. Desktop Unity sebenarnya sudah disertakan sejak Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat, namun saat itu belum merupakan desktop default. Sejak versi 11.04 ini, Unity akan menjadi tampilan default desktop Ubuntu. Ciri khas Unity adalah adanya “Task Bar” pada bagian kiri layar yang berfungsi ganda, baik sebagai task manager maupun peluncur aplikasi (application launcher). Ada pula fitur Virtual Desktop yang bisa diakses dari Taskbar Unity. Pada saat kita menyorot aplikasi tertentu pada Taskbar Unity, secara otomatis desktop dimana aplikasi yang kita sorot sedang berjalan akan diperbesar.

Untuk yang sudah terbiasa menggunakan Gnome tidak perlu kuatir. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh http://www.ubuntu.com, nantinya akan ada tiga tipe desktop yang akan disediakan oleh Ubuntu. Yang pertama adalah “Ubuntu Desktop” yang secara default menggunakan Unity. Yang kedua adalah “Ubuntu Classic” yang akan berjalan dengan panel Gnome. Ubuntu Classic dijanjikan akan mendukung semua hardware dan driver video, sementara Ubuntu Desktop menuntut dukungan driver 3D. Yang ketiga adalah “Ubuntu Classic tanpa efek” alias “mode 2D” yang tampilannya sama dengan Ubuntu Classic hanya tanpa efek apapun.

Perubahan lain yang sangat menonjol adalah digantinya aplikasi perkantoran OpenOffice.org menjadi LibreOffice. Bagi yang belum tahu, LibreOffice sebenarnya dikembangkan oleh para pengembang OpenOffice sendiri. Para pengembang OpenOffice yang tidak lagi cocok dengan Oracle memisahkan diri dan membentuk The Document Foundation (TDF). Dengan pemisahan diri dari Oracle, TDF membuat office suite sendiri dengan nama LibreOffice. Sejak pertama kali diumumkan, TDF langsung mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk Google, Canonical, Free Software Foundation, Open Source Initiative, Novell, Red Hat dan masih banyak lagi.  Awalnya TDF berencana menggunakan nama OpenOffice.org jika diizinkan. Namun Oracle menolak memberikan nama OpenOffice untuk digunakan. Banyak distro Linux yang siap mengganti OpenOffice dengan LibreOffice dalam paket instalasi standar. Salah satunya adalah Ubuntu, yang sudah memasukkannya dalam versi terbarunya ini.

Selain OpenOffice, aplikasi default lain yang berubah adalah pemutar audio. Pada versi sebelumnya Ubuntu menggunakan Rhythmbox, namun pada Ubuntu 11.04 nanti akan diganti dengan Banshee Media Player yang saat ini sudah mencapai versi 1.9.2. Banshee adalah aplikasi Ubuntu yang ekuivalen dengan iTunes. Dengan Banshee anda dapat terhubung dengan iPod, iPhone, dan bahkan Android.

Untuk browser, Mozilla Firefox masih menjadi pilihan Ubuntu. Yang akan ditanam dalam Ubuntu 11.04 nanti adalah Mozilla Firefox 4.0 yang saat ini sudah mencapai versi Beta 11.

Fitur lain yang juga baru adalah Global Menu. Apa itu Global Menu? Para pengguna OS Mac sudah sangat familiar dengan Global menu. Tidak bisa disangkal, Ubuntu memang menirunya dari Mac OS. Dalam Global menu, jika sebuah aplikasi dibuka dalam sebuah jendela, Menu bar aplikasi tidak lagi akan ada bersama jendela aplikasi tersebut, melainkan akan otomatis berarti di panel navigasi bagian atas layar.

Bagi para pecinta Ubuntu, kehadiran rilis terbaru Ubuntu setiap 6 bulan sekali selalu sangat menggairahkan. Karena itu setiap rilis Alpha selalu disambut dengan antusias.

Sebagaimana diketahui, Ubuntu merupakan salah satu distro Linux. Ubuntu merupakan sistem operasi Linux terpopuler saat ini. Seperti sistem operasi Linux lainnya, Ubuntu disediakan gratis. Namun, satu kelebihan Ubuntu yang tidak dimiliki oleh sistem operasi Linux yang lain adalah tersedianya CD gratis yang bisa di pesan darimana saja diseluruh dunia cukup dengan mengisi form yang tersedia di situs resmi Ubuntu.

Jika anda tertarik dengan Ubuntu, silakan meluncur ke situs http://www.ubuntu.com. Anda bisa mendownload file ISO Ubuntu terbaru disana, atau memesan CD gratis tanpa dipungut biaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s