Arsitektur Mikrprosesor 8088


Elemen didalam mikroprosesor adalah :

  1. CU (Control Unit) adalah manajer dari semua unit. CU mengatur keselarasan kerja setiap unit. Apa yang harus dilakukan oleh suatu unit, semuanya diketahui oleh CU dengan bantuan microprogram yang ditanamkan padanya. Pengontrolan oleh CU dilakukan melalui Bus Kontrol (panah dari/ke Control Unit).
  2. Instruction Decoder bertugas untuk menerjemahkan suatu instruksi dengan cara membandingkannya dengan tabel instruksi yang dimilikinya. Hasil dekoding diberikan ke CU, dan CU akan membangkitkan sinyal-sinyal kontrol yang diperlukan untuk melaksanakan instruksi tersebut.
  3. Register adalah memori khusus di dalam uP. Untuk mengidentifikasikannya, register memiliki nama khusus yang juga sekaligus mencerminkan fungsi register tersebut. Berdasarkan isinya, register dapat dibedakan menjadi :

Register Data memiliki lebar 16 bit namun dapat diakses dalam format 2×8 bit:

  • Accumulator : AX = AH+AL
  • Base Register : BX = BH+BL
  • Counter Register : CX = CH+CL
  • Data Register : DX = DH+DL

Register Alamat memiliki lebar 16 bit :

  • Code Segment : CS, menyimpan alamat segment dari program
  • Instruction Pointer : IP, menyimpan alamat offset dari program
  • Data Segment : DS, menyimpan alamat segment dari data
  • Index Register : BI (Base Index), SI (Source Index), DI (Destination Index),
  • Pointer Register : BP (Base pointer),
  • Stack Segment : SS, menyimpan alamat segment dari stack
  • Stack Pointer : SP, menyimpan alamat offset dari stack
  • Base Register : BX

Register status (Flag) berfungsi untuk menyimpan status dari suatu operasi
Register instruksi menyimpan instruksi yang akan dikerjakan oleh CPU (Instruction Register)

Sebanyak 6 buah flag merupakan flag kondisi yang menunjukkan keadaan setelah eksekusi suatu instruksi, yaitu:

  • Carry Flag (CF)
  • Parity Flag (PF)
  • Auxiliary Carry Flag (AF)
  • Zero Flag (ZF)
  • Sign Flag (SF)
  • Overflow Flag (OF)

Sedangkan, 3 buah flag sisanya berupa flag kontrol yang mengendalikan operasi tertentu, yaitu: Single Step Trap Flag (TF) Flag (IF), dan String Direction Flag (DF).

CF akan diset (bernilai 1) jika sebuah operasi menghasilkan simpanan (carry) melebihi bit terpenting (most significat bit, MSB, atau bit 15), dan sebaliknya direset (bernilai 0) apabila tidak ada simpanan.

PF diset jika suatu operasi memberikan hasil dengan parity genap, dan direset jika hasilnya berparity ganjil.

AF mirip dengan CF, namun diset oleh operasi BCD (binary coded decimal).
ZF diset jika suatu operasi menghasilkan nol

SF merupakan nilai MSB hasil operasinya, yang menunjukkan tanda; diset jika hasil bertanda negatif dan direset jika hasil bertanda positif.

OF diset jika hasil operasi melebihi tempat yang disediakan.

TF diset bernilai 1, maka mikroprosesor akan bekerja langkah demi langkah, sehingga dapat digunakan untuk mencek jalannya suatu program.

IF digunakan untuk mengatur apakah kerja mikroprosesor dapat diinterupsi atau tidak.

DF digunakan untuk menentukan arah operasi string.

ALU (Arithmetic and Logic Unit) adalah mesin penghitung (kalkulator) dari CPU. CU akan menggunakan ALU jika instruksi yang dikerjakan membutuhkan perhitungan aritmetika (contoh: ADD, SUB) atau logika (contoh: AND, OR, XOR). Jika suatu instruksi aritmetika dan logika dieksekusi, maka hasil operasinya dapat mengubah salah satu bit di register status.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s